Berita Viral

Kumpulan Berita Viral Terupdate

Jalan raya Gubeng ambles, kontraktor abaikan aspek struktur tanah?

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, mencurigai penyebab tanah di Jalan Raya Gubeng ambles, Surabaya, karena terabaikannya aspek geologi atau struktur tanah.

Dalam pengamatannya, para kontraktor hanya mementingkan konstruksi bangunan tanpa memperhatikan kondisi tanah di sekitarnya.

Jalan raya Gubeng ambles, kontraktor abaikan aspek struktur tanah?

Jalan raya Gubeng ambles, kontraktor abaikan aspek struktur tanah?

Jalan raya Gubeng ambles

Belum lagi, tak adanya peta mikrozonasi di tiap-tiap kota di Indonesia. Padahal adanya peta itu bisa menjadi acuan potensi kerentanan atau kerawanan tanah, katanya.

Karenanya, Yayat menyarankan Pemkot Surabaya segera mengaudit Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) proyek pembangunan ruang bawah tanah Rumah Sakit Siloam dan dalam jangka panjang membuat peta mikrozonasi.

“Minimal Amdal benarlah. Jangan Amdal-amdalan lagi. Kan sudah tahu kondisi geologinya. Kalau tak dicermati (unsur geologinya), berarti ada unsur kelalaian,” ujar Yayat Supriyatna kepada Berita Viral Indonesia.

“Lalu jika potensi amblasnya tanah di Jalan Gubeng karena kondisi tanah, harus dipetakan pada seluruh kawasan di Surabaya yang memang kondisi kawasannya sedang banyak pekerjaan konstruksi skala masif,” sambungnya.

Dengan adanya peta mikrozonasi, menurutnya, akan ada perubahan tata ruang maupun tata bangunan. Hal itu demi menyesuaikan kondisi tanah sekitar dengan konstruksi suatu pembangunan.

Yayat pun mencontohkan kasus amblesnya badan Jalan RE Martadinata sedalam tujuh meter pada tahun 2010 lalu. Dimana belakangan diketahui, penyebabnya karena perubahan karakter tanah penyangga menjadi mud flow (aliran atau rayapan lumpur).

Kasus lain, yakni amblasnya Jalan Sudirman, Jakarta, sedalam 10 meter pada tahun 2014 karena adanya gorong-gorong tua sisa peninggalan Belanda yang tidak diketahui keberadaannya.

“Jadi gorong-gorong sisa masa Belanda itu tidak terpetakan. Sehingga peta mikrozonasi, utilitas, kerentanan, sama sekali tidak terinformasikan di kota-kota di Indonesia,” tukasnya.

“Peta tata ruang bawa tanah kita masih jeblok.”

Kerawanan tanah juga mengancam wilayah Jakarta Utara. Dari pengamannya, potensi peningkatan tanah lunak semakin tinggi. Ini lantaran kondisi tanah yang makin labil dan turunnya permukaan tanah.

Jalan raya Gubeng, Surabaya, amblas sedalam 10 meter dengan panjang dan lebar sekitar 100 meter, pada Selasa (18/12) malam. Dugaan sementara, pembangunan proyek basement Rumah Sakit Siloam menjadi penyebabnya.

Updated: Desember 21, 2018 — 8:30 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Viral © 2018